Jelang Final FIFA ASEAN Cup 2026: Indonesia vs Thailand, Herdman Minta Percaya pada Proses
Hari yang ditunggu akhirnya tiba. Timnas Indonesia akan menghadapi Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026) pukul 20.00 WIB.
Final ini menjadi kesempatan emas bagi Indonesia untuk meraih gelar pertama tim senior putra sejak medali emas SEA Games 1991, sekaligus menjadi juara di edisi perdana turnamen resmi FIFA untuk kawasan Asia Tenggara.
Jadwal hari ini
- 16.00 WIB – Perebutan tempat ketiga: Malaysia vs Vietnam (SUGBK)
- 20.00 WIB – Final: Indonesia vs Thailand (SUGBK)
Sebelum final Premier Division, turnamen ini sudah memiliki juara di Challenge Division. Hong Kong menjadi kampiun setelah mengalahkan Kamboja 2-0 di Kai Tak Stadium, Sabtu (3/10/2026).
Herdman: kedua tim lapar
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman memprediksi final akan berlangsung sangat ketat. Ia menyebut Thailand sebagai lawan berat, apalagi pelatih mereka, Anthony Hudson, sudah mengenal dirinya sejak lama.
“Sekarang kami akan menghadapi lawan berat, Thailand. Mereka memiliki pelatih yang saya kenal dari masa saya bersama Amerika Serikat,” kata Herdman. Hudson pernah menjadi asisten pelatih Timnas Amerika Serikat saat Herdman melatih Kanada.
“Kedua tim lapar. Saya pikir kedua tim percaya mereka bisa memenangkannya. Dan kami akan terus berkembang. Kami memiliki tambahan satu hari untuk berlatih, dan itu bagus,” lanjutnya.
Herdman juga meminta semua pihak bersabar. “Mudah-mudahan chemistry kami semakin terbentuk dan kami terus berkembang. Percaya saja pada proses. Semuanya membutuhkan waktu,” ujarnya.
Reuni dua pelatih Inggris
Final ini juga mempertemukan dua pelatih asal Inggris. Herdman tidak mau membuka taktiknya, tetapi ia menyambut duel ini dengan antusias.
“Dan mengenai Thailand, secara taktik sebaiknya saya diam. Namun, Anthony Hudson tahu. Ia tahu bagaimana saya bermain,” kata Herdman. “Saya bersemangat. Akan menyenangkan berjabat tangan dengannya di area teknis dan melihat dua orang Inggris saling beradu taktik. Ini akan bagus.”
Jalan Indonesia ke final
Indonesia lolos ke final sebagai juara Grup A setelah melewati persaingan ketat:
- Jumat (25/9/2026): Indonesia 2-0 Singapura – gol Ragnar Oratmangoen (13') dan penalti Ole Romeny (74')
- Fase grup: Indonesia 0-0 Malaysia – Thom Haye mendapat kartu merah pada menit ke-36
- Kamis (1/10/2026): Indonesia 9-2 Bangladesh – Mitchell Baker mencetak lima gol
Indonesia dan Malaysia sama-sama mengoleksi tujuh poin dengan selisih gol +9. Indonesia menjadi juara grup karena mencetak lebih banyak gol, 11 berbanding 9. Dua gol Indonesia di dua menit terakhir masa tambahan waktu melawan Bangladesh ternyata sangat menentukan.
Mitchell Baker menjadi bintang di laga terakhir grup. Penyerang kelahiran Australia itu mencetak gol pada menit ke-11, 20, 37, 42, dan 90+7. Rizky Ridho, Justin Hubner, Luke Vickery, dan Kevin Diks juga ikut mencetak gol.
Jalan Thailand ke final
Thailand lolos sebagai juara Grup B dengan enam poin. Grup ini dihuni Thailand, Vietnam, Filipina, dan Pakistan, dengan seluruh laga dimainkan di Bandung. Thailand memastikan tiket final setelah mengalahkan Vietnam 2-0 di Stadion Si Jalak Harupat, Selasa (29/9/2026), lewat gol Sarach Yooyen pada menit ke-10 dan Chaiyaphon Otton pada menit 90+4.
Thailand dipimpin kapten berpengalaman Chanathip Songkrasin. Gelandang berusia 32 tahun itu mencetak dua gol saat Thailand mengalahkan Indonesia 4-0 di leg pertama final Piala AFF 2020. Sarach Yooyen juga mencetak gol di final tersebut. Kehadiran dua pemain senior ini membuat Thailand punya pengalaman besar di laga-laga final.
Setelah mengalahkan Vietnam, pemain Thailand Manuel Bihr menegaskan bahwa timnya datang untuk juara. “Saya pikir ini adalah pesan yang sangat bagus dari kami, Thailand masihlah kekuatan yang perlu diwaspadai,” katanya.
Membalas final 2020?
Ini adalah pertemuan pertama Indonesia dan Thailand di final sejak Piala AFF 2020. Kala itu, Indonesia kalah 0-4 di leg pertama dan bermain imbang 2-2 di leg kedua. Final kali ini berbeda: hanya satu laga, dan dimainkan di Jakarta.
Bagi Indonesia, final juga menjadi kesempatan untuk mengakhiri cerita pahit sebagai “spesialis runner-up”. Indonesia sudah enam kali kalah di final Piala AFF. Gelar terakhir tim senior putra datang lewat medali emas SEA Games 1991.
Yang perlu diperhatikan
Laga melawan Malaysia memberi pelajaran penting. Kartu merah membuat Indonesia harus bertahan dengan sepuluh pemain hampir satu jam. Di final, menjaga disiplin akan menjadi kunci, apalagi menghadapi tim yang rapi seperti Thailand.
Di sisi lain, produktivitas lini serang Indonesia, yang mencetak sembilan gol ke gawang Bangladesh, bisa menjadi senjata. Pertanyaannya, mampukah ketajaman itu berlanjut melawan pertahanan Thailand yang jauh lebih solid?
Laga pembuka Indonesia melawan Singapura juga memberi gambaran tentang kesabaran tim ini. Indonesia unggul cepat lewat Oratmangoen, lalu baru memastikan kemenangan lewat penalti Romeny setelah Singapura bermain sepuluh orang menyusul kartu merah Safuwan Baharudin pada menit ke-67. Final melawan Thailand kemungkinan juga membutuhkan kesabaran serupa.
Dukungan dari tribune
Kapten Thailand Chanathip Songkrasin sebelum turnamen sempat menyebut bahwa di antara semua peserta, hanya Indonesia yang memiliki basis penggemar yang besar. Malam ini, suporter Indonesia punya kesempatan membuktikan kata-kata itu dengan memadati SUGBK.
Bagi para pemain, final ini juga menjadi kesempatan untuk menuliskan nama mereka dalam sejarah sepak bola nasional. Generasi sebelumnya berkali-kali nyaris juara, tetapi selalu terhenti di laga terakhir.
Semua sudah siap. Tinggal 90 menit, atau mungkin lebih, untuk menentukan apakah penantian 35 tahun Indonesia akan berakhir malam ini.