John Herdman Cari "Alphonso Davies-nya Indonesia"
Gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 belum lama diraih, tetapi pelatih Timnas Indonesia John Herdman sudah memikirkan langkah berikutnya. Pelatih asal Inggris itu punya misi khusus: menemukan sosok yang ia sebut sebagai “Alphonso Davies-nya Indonesia”.
“Saya sangat berharap kami bisa menemukan Alphonso Davies-nya Indonesia, pemain berikutnya dari negara ini yang bisa bermain di Liga Champions,” kata Herdman.
Mengapa Alphonso Davies?
Pilihan Herdman menyebut nama Alphonso Davies bukan tanpa alasan. Herdman melatih Timnas Kanada pada periode 2018 hingga 2022 dan pernah menangani Davies secara langsung. Di bawah Herdman, Kanada berhasil lolos ke Piala Dunia 2022.
Davies adalah contoh pemain yang berkembang dari negara yang bukan kekuatan tradisional sepak bola, lalu menembus panggung tertinggi Eropa bersama Bayern Munchen. Bersama klub Jerman itu, Davies juga merasakan gelar Liga Champions. Kisah seperti itulah yang ingin Herdman lihat terulang di Indonesia.
Profil singkat John Herdman
Herdman adalah pelatih asal Inggris yang kini menetap di Indonesia. Nama besarnya terbentuk saat menangani Timnas Kanada. Pengalaman membawa Kanada ke Piala Dunia 2022 membuatnya dikenal sebagai pelatih yang mampu membangun tim dari negara yang belum menjadi kekuatan utama sepak bola.
Pengalaman itu kini ia bawa ke Indonesia. Sejak awal, Herdman menargetkan gelar di FIFA ASEAN Cup 2026, turnamen yang digelar di kandang sendiri. Target itu tercapai setelah Indonesia mengalahkan Thailand di final.
Final tersebut juga menghadirkan cerita menarik dari pinggir lapangan. Thailand dilatih Anthony Hudson, sesama pelatih asal Inggris yang pernah menjadi asisten pelatih Timnas Amerika Serikat di bawah Gregg Berhalter. Herdman dan Hudson pernah berhadapan ketika Kanada bertemu Amerika Serikat. “Dan mengenai Thailand, secara taktik sebaiknya saya diam. Namun, Anthony Hudson tahu. Ia tahu bagaimana saya bermain,” kata Herdman sebelum final.
Memantau sampai ke liga lokal
Herdman tidak hanya bicara. Ia mengaku terus memantau perkembangan pemain, termasuk di kompetisi dalam negeri.
“Saya terus memantau. Saya tinggal di Indonesia dan menyaksikan setiap pertandingan, termasuk pertandingan lokal,” ujarnya.
Pernyataan ini memberi pesan penting bagi pemain-pemain muda di Tanah Air. Pintu Timnas tetap terbuka bagi mereka yang tampil konsisten di klub, bukan hanya bagi pemain yang berkarier di luar negeri.
Bukti dari FIFA ASEAN Cup 2026
FIFA ASEAN Cup 2026 menunjukkan bahwa Herdman berani memberi kesempatan kepada wajah-wajah baru. Dalam kemenangan 9-2 atas Bangladesh di laga terakhir fase grup, Kamis (1/10/2026), Mitchell Baker mencetak lima gol. Luke Vickery juga ikut mencetak gol dalam laga tersebut, bersama Rizky Ridho, Justin Hubner, dan Kevin Diks.
Penampilan Baker layak mendapat perhatian khusus. Penyerang kelahiran Australia itu mencetak gol pada menit ke-11, 20, 37, 42, dan 90+7. Empat gol di babak pertama membuat Indonesia unggul 6-1 saat turun minum. Baker menyebut laga itu sebagai salah satu momen paling luar biasa dalam kariernya, apalagi terjadi di turnamen pertamanya bersama Timnas Indonesia.
Di final melawan Thailand, Rizky Ridho memberikan umpan untuk gol penyama Elkan Baggott pada menit ke-116, yang membawa laga ke adu penalti. Indonesia akhirnya menang 4-2 dalam adu penalti setelah bermain imbang 2-2 selama 120 menit.
Komposisi pencetak gol itu menunjukkan kontribusi yang merata dari berbagai lini, sesuatu yang dibutuhkan tim yang ingin terus berkembang.
Gelar sebagai langkah pertama
Herdman sendiri memandang gelar FIFA ASEAN Cup 2026 sebagai awal perjalanan. “Ini adalah langkah besar pertama dari tim ini dan masih banyak lagi ke depannya,” katanya usai final.
Ia juga mempersembahkan gelar tersebut untuk para suporter. “Untuk semua fans Garuda yang datang malam ini, untuk semua yang menonton di rumah, kami melakukannya untuk kalian. Ini adalah piala pertama kita dalam sejarah,” ujar Herdman.
Sebelum final, Herdman juga menegaskan bahwa target timnya sejak awal adalah mencapai partai puncak. “Kami berada di final, saudara. Kami berada di final. Inilah sepakbola. Anda bermain untuk mencapai final,” ujarnya. “Pertandingan demi pertandingan, misi kami adalah mencapai final. Kami berhasil melakukannya,” katanya kala itu.
Gelar ini juga mendapat sambutan dari Presiden Prabowo Subianto yang menonton langsung di GBK. Prabowo menyebut para pemain tidak menyerah sampai detik-detik terakhir dan meminta Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatur bonus bagi mereka. Erick sendiri menegaskan akan mengevaluasi kelemahan tim bersama Herdman.
Mimpi besar, jalan panjang
Menemukan pemain dengan level seperti Alphonso Davies tentu bukan perkara mudah. Prosesnya membutuhkan pembinaan usia muda yang baik, kompetisi yang sehat, dan kesempatan untuk bermain di level yang lebih tinggi.
Namun, pengalaman Herdman di Kanada menjadi modal penting. Ia pernah menyaksikan langsung bagaimana seorang pemain muda tumbuh menjadi bintang dunia. Dengan pengalaman itu, ia diharapkan bisa mengenali bakat istimewa lebih awal dan membantu mengarahkan perkembangannya.
Bagi Indonesia, tantangan berikutnya adalah Piala Asia 2027, saat Timnas tergabung bersama Jepang, Qatar, dan Thailand. Turnamen itu bisa menjadi panggung bagi pemain-pemain muda untuk menunjukkan kualitas di hadapan pemandu bakat dari berbagai negara.
Pesan untuk pemain muda
Pernyataan Herdman pada dasarnya adalah tantangan terbuka bagi seluruh pemain muda Indonesia. Pelatih Timnas menonton, termasuk di laga-laga lokal. Siapa pun yang tampil menonjol berpeluang mendapat perhatian.
Jika suatu hari ada pemain Indonesia yang berlaga di Liga Champions, mimpi yang diucapkan Herdman pada Oktober 2026 ini akan menjadi kenyataan. Untuk saat ini, langkah pertama sudah diambil: Timnas Indonesia kembali merasakan gelar juara setelah 35 tahun.