Rabu, 7 Oktober 2026

Mengenal Thailand, Lawan Timnas Indonesia di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Sorot Arena ·

Mengenal Thailand, Lawan Timnas Indonesia di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia akan menghadapi lawan yang sangat dikenal di partai final FIFA ASEAN Cup 2026. Thailand, rival klasik di Asia Tenggara, akan menantang skuad Garuda di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026) pukul 20.00 WIB.

Thailand datang dengan kepercayaan diri tinggi. Mereka lolos ke final sebagai juara Grup B, dan sejak awal turnamen sudah menegaskan bahwa target mereka adalah juara.

Ambisi sejak tiba di Jakarta

Thailand tiba di Jakarta pada 23 September 2026. Saat itu, pelatih Anthony Hudson langsung menyampaikan target timnya tanpa basa-basi. “Kami ingin memenanginya. Itu target kami,” kata Hudson.

Hudson juga menilai FIFA ASEAN Cup punya level yang lebih tinggi dibanding turnamen-turnamen sebelumnya di kawasan. “Saya pikir level turnamen ini jelas lebih tinggi karena semua tim membawa pemain-pemain utama,” ujarnya. Kala itu, ia menyebut Indonesia, Vietnam, dan Singapura sebagai pesaing kuat.

Anthony Hudson, pelatih asal Inggris

Hudson adalah pelatih asal Inggris yang sebelumnya menjadi asisten pelatih Timnas Amerika Serikat di bawah Gregg Berhalter pada Juli 2020 hingga Januari 2023. Pada periode itu, ia pernah berhadapan dengan John Herdman, yang saat itu melatih Kanada, dalam kualifikasi Piala Dunia.

Herdman pun mengakui Hudson mengenal gaya bermainnya. “Sekarang kami akan menghadapi lawan berat, Thailand. Mereka memiliki pelatih yang saya kenal dari masa saya bersama Amerika Serikat,” kata Herdman. “Dia merupakan asisten pelatih ketika kami bersaing dalam kualifikasi Piala Dunia. Jadi, ya, ini akan menjadi pertarungan yang luar biasa.”

Chanathip, sang kapten

Di lapangan, Thailand dipimpin kapten Chanathip Songkrasin. Gelandang berusia 32 tahun itu punya pengalaman bermain di luar negeri dan menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di Thailand dalam beberapa tahun terakhir.

“Kami bertekad untuk menjuarai turnamen ini dan akan mengerahkan segala upaya demi meraih kemenangan,” kata Chanathip sebelum turnamen dimulai. Ia juga menyoroti satu hal tentang Indonesia: “Di antara semua peserta, hanya Indonesia yang memiliki basis penggemar yang besar.”

Chanathip juga sudah mewaspadai Vietnam sejak awal. “Vietnam adalah tim yang tangguh,” katanya. Prediksi itu terbukti: Vietnam menjadi lawan penentu di Grup B, dan Thailand berhasil mengatasinya.

Nama Chanathip juga lekat dengan memori buruk bagi Indonesia. Di final Piala AFF 2020, ia mencetak dua gol saat Thailand menang 4-0 di leg pertama.

Perjalanan di Grup B

Thailand tergabung di Grup B bersama Vietnam, Filipina, dan Pakistan. Seluruh laga grup ini dimainkan di Bandung pada 26 September hingga 2 Oktober 2026.

Laga penentu terjadi pada Selasa (29/9/2026) di Stadion Si Jalak Harupat. Thailand mengalahkan Vietnam 2-0 lewat gol Sarach Yooyen pada menit ke-10 dan Chaiyaphon Otton pada menit 90+4. Kemenangan itu membuat Thailand mengoleksi enam poin dari dua laga dan memastikan diri sebagai juara grup karena unggul head to head atas Vietnam.

Usai laga, pemain Thailand Manuel Bihr menyebut kemenangan itu sangat berarti. “Ini sangat berarti. Itulah (lolos ke final) target kami,” katanya. “Di awal turnamen, Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Sekarang, dua pertandingan, dua kemenangan, dan segalanya berjalan baik.”

Bermain untuk korban banjir

Kemenangan atas Vietnam juga dipersembahkan untuk masyarakat Thailand yang sedang dilanda banjir bandang. “Kami ingin memberikan sesuatu kepada para suporter dan mereka yang ada di Thailand, khususnya yang sedang menghadapi banjir bandang,” ujar Bihr.

Ia juga mengirim pesan tegas kepada para pesaing. “Saya pikir ini adalah pesan yang sangat bagus dari kami, Thailand masihlah kekuatan yang perlu diwaspadai,” katanya.

Rekor final melawan Indonesia

Final malam ini menjadi pertemuan pertama kedua tim di partai puncak sejak Piala AFF 2020. Saat itu, Thailand menang 4-0 di leg pertama pada 29 Desember 2021 di National Stadium, Singapura, lewat dua gol Chanathip serta gol Supachok Sarachat dan Bordin Phala.

Di leg kedua pada 1 Januari 2022, Indonesia bermain imbang 2-2. Gol Indonesia dicetak Ricky Kambuaya dan Egy Maulana Vikri, sementara Thailand mencetak gol lewat Adisak Kraisorn dan Sarach Yooyen. Thailand pun menjadi juara dengan agregat 6-2.

Sarach Yooyen, yang mencetak gol di final itu, masih menjadi bagian penting Thailand saat ini. Ia juga yang membuka skor saat Thailand mengalahkan Vietnam di Bandung.

Pesaing berat sejak lama

Rivalitas Indonesia dan Thailand sudah berlangsung puluhan tahun dan sering berujung pada laga-laga penting. Thailand menjadi salah satu tim yang paling sering menggagalkan langkah Indonesia di partai puncak, termasuk di final Piala AFF 2020. Kali ini, situasinya berbeda karena final hanya berlangsung satu laga dan Indonesia bertindak sebagai tuan rumah.

Yang perlu diwaspadai Indonesia

Thailand dikenal dengan permainan kolektif dan penguasaan bola yang rapi. Pengalaman para pemain senior seperti Chanathip dan Sarach, ditambah pelatih yang mengenal gaya bermain Herdman, membuat Thailand menjadi lawan yang sulit ditebak.

Namun, Indonesia punya modal kuat: bermain di kandang sendiri, dengan dukungan penuh suporter di SUGBK. Herdman sendiri sudah mengatakan bahwa kedua tim sama-sama lapar gelar. “Kedua tim lapar. Saya pikir kedua tim percaya mereka bisa memenangkannya,” ujarnya.

Satu hal lagi yang perlu dicatat: Thailand sudah merasakan atmosfer pertandingan di Indonesia sejak akhir September, karena seluruh laga grup mereka dimainkan di Bandung. Mereka tidak datang ke Jakarta sebagai tim yang asing dengan suasana sepak bola Indonesia.

Laga malam ini akan menentukan siapa juara pertama FIFA ASEAN Cup di Premier Division. Bagi Thailand, ini kesempatan menambah koleksi gelar. Bagi Indonesia, ini kesempatan menulis sejarah.

Bagikan: WhatsApp X Facebook

Berita Terkait