Polisi Siapkan Pengamanan Total untuk 3 Laga Persib di Si Jalak Harupat
Persib Bandung akan menjalani tiga laga kandang dalam waktu sepekan di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. Untuk itu, kepolisian menyiapkan pengamanan maksimal agar seluruh pertandingan berjalan aman dan lancar.
Kapolresta Bandung Kombes Pol Tri Suhartanto memastikan jajarannya siap mengawal seluruh kegiatan Persib. “Kami dari jajaran Polresta Bandung dan Polda Jawa Barat akan memberikan pengamanan secara all out kepada seluruh kegiatan Persib,” kata Tri.
Tiga laga dalam sepekan
Berikut jadwal tiga laga kandang Persib di Si Jalak Harupat:
- Minggu, 11 Oktober 2026 – Persib vs Dewa United (Super League 2026/2027)
- Rabu, 14 Oktober 2026 – Persib vs The Cong-Viettel (AFC Champions League Two)
- Minggu, 18 Oktober 2026 – Persib vs Persik Kediri (Super League 2026/2027)
Jadwal padat ini menuntut kesiapan bukan hanya dari tim, tetapi juga dari aparat keamanan dan panitia pelaksana. Tiga pertandingan dalam delapan hari berarti pengamanan harus disiapkan berulang kali dalam waktu singkat.
Mengapa pindah ke Si Jalak Harupat?
Persib biasanya bermarkas di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Namun, untuk sementara, Persib memindahkan laga kandangnya ke Si Jalak Harupat karena lapangan GBLA masih menjalani perawatan.
Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat Adhitia Putra Herawan menjelaskan alasan keputusan tersebut. “Keputusan ini diambil untuk memberikan waktu bagi penyelesaian perawatan lapangan GBLA agar stadion tersebut dapat kembali digunakan dengan kondisi lapangan yang lebih optimal,” ujarnya.
Persib berharap bisa kembali menggelar laga kandang di GBLA mulai November, dengan tetap mempertimbangkan kesiapan akhir lapangan.
Si Jalak Harupat, kandang yang akrab
Si Jalak Harupat bukan tempat asing bagi Persib. Stadion ini sudah beberapa kali menjadi kandang alternatif Maung Bandung. Belum lama ini, stadion tersebut juga menjadi salah satu tempat pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026, termasuk laga Thailand melawan Vietnam pada 29 September 2026.
Pengalaman menggelar laga internasional itu bisa menjadi modal bagi panitia dan aparat keamanan dalam menyiapkan pertandingan Persib, terutama laga Asia melawan klub Vietnam.
Laga Asia melawan The Cong-Viettel
Laga tengah pekan melawan The Cong-Viettel menjadi bagian dari fase grup AFC Champions League Two 2026/2027. Persib tergabung di Grup E bersama FC Seoul (Korea Selatan), Melbourne Victory (Australia), dan The Cong-Viettel (Vietnam).
Persib memulai kampanye Asia dengan hasil impresif. Pada laga pertama, Rabu (16/9/2026), Persib menang 1-0 atas FC Seoul di Seoul lewat gol bek Julio Cesar pada menit kelima. Kemenangan itu membawa Persib memimpin klasemen sementara Grup E.
Laga di Stadion Seoul World Cup itu juga menjadi panggung bagi Teja Paku Alam. Kiper Persib tersebut dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan. “Mungkin dari saya hampir sama dari coach Igor bilang, pertandingan tidak mudah. Kita menjalani pertandingan yang sulit hari ini. Tetapi kita berjuang bersama, kemenangan ini untuk Bobotoh yang hadir, dan terima kasih untuk yang telah hadir mendukung kami,” kata Teja usai laga.
Teja juga memuji kesetiaan suporter yang datang langsung ke Korea Selatan. “Kita tahu Bobotoh pasti mereka bakal datang ke sini. Karena mereka begitu fanatik dan juga cinta dengan tim ini,” ujarnya. Dukungan seperti itulah yang diharapkan kembali hadir, dengan tertib, saat Persib menjamu The Cong-Viettel di Si Jalak Harupat.
The Cong-Viettel adalah klub asal Hanoi yang lolos ke ACL Two sebagai runner-up V.League 1 2025/2026. Klub itu ditangani pelatih asal Bulgaria, Velizar Popov, yang berpengalaman melatih sejumlah klub di Asia Tenggara.
Berikut jadwal lengkap Persib di Grup E:
- 16 September 2026: FC Seoul 0-1 Persib
- 14 Oktober 2026: Persib vs The Cong-Viettel
- 28 Oktober 2026: Persib vs Melbourne Victory
- 4 November 2026: Melbourne Victory vs Persib
- 25 November 2026: Persib vs FC Seoul
- 2 Desember 2026: The Cong-Viettel vs Persib
Ambisi di kompetisi domestik
Di Super League 2026/2027, Persib datang dengan ambisi besar, yakni menjadi juara untuk keempat kalinya secara beruntun. Musim ini, Persib membuka liga dengan kemenangan atas PSM Makassar, tetapi kemudian kalah 1-2 dari rival Persija Jakarta.
Dewa United dan Persik Kediri, dua lawan Persib di Si Jalak Harupat, juga sempat berada di papan atas pada awal musim. Pada pekan kedua, Dewa United duduk di posisi ketiga dengan empat poin, sedangkan Persik berada di posisi keenam dengan tiga poin. Dua laga ini menjadi kesempatan bagi Persib untuk mengamankan poin penting dalam persaingan papan atas.
Tantangan terbesar Persib adalah membagi energi antara kompetisi domestik dan Asia. Tiga laga dalam delapan hari menuntut rotasi pemain yang cermat dari tim pelatih yang dipimpin coach Igor. Pemain yang tampil di laga Asia pada Rabu harus kembali siap bertanding pada Minggu, sehingga pemulihan dan kedalaman skuad akan sangat menentukan.
Setelah rangkaian tiga laga ini, Persib masih punya agenda penting di Asia, yakni menjamu Melbourne Victory pada 28 Oktober. Jika perawatan GBLA berjalan sesuai rencana, Persib berharap bisa kembali ke kandang utamanya mulai November.
Peran Bobotoh
Kelancaran tiga laga ini tidak hanya bergantung pada aparat keamanan. Dukungan dan ketertiban Bobotoh, pendukung setia Persib, juga sangat menentukan. Pertandingan yang aman dan tertib akan membantu Persib fokus pada target di lapangan, sekaligus menjaga citra sepak bola Indonesia, terutama saat menjamu tim tamu dari luar negeri.
Dengan jadwal yang padat dan target besar di dua kompetisi, sepekan ke depan akan menjadi periode penting bagi Persib. Aparat sudah menyatakan siap; kini giliran tim dan suporter menjawab tantangan tersebut.