Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Kalahkan Thailand Lewat Adu Penalti
Timnas Indonesia akhirnya mengangkat trofi. Dalam final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Senin (5/10/2026) malam, skuad asuhan John Herdman mengalahkan Thailand lewat adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 2-2 selama 120 menit.
Gelar ini mengakhiri penantian panjang. Tim senior putra Indonesia terakhir kali menjadi juara saat merebut medali emas SEA Games 1991. Di Piala AFF, Indonesia sudah enam kali menjadi runner-up tanpa sekali pun juara. Kali ini, di depan pendukung sendiri, cerita itu berubah.
Laga final yang menguras emosi
Final berlangsung ketat sejak awal. Kedua tim saling menunggu dan baru memecah kebuntuan menjelang akhir waktu normal. Dean James membawa Indonesia unggul pada menit ke-84, dan GBK pun bergemuruh.
Namun, keunggulan itu hanya bertahan tiga menit. Pada menit ke-87, Iklas Sanron menyamakan kedudukan untuk Thailand. Skor 1-1 bertahan hingga peluit akhir babak kedua sehingga laga dilanjutkan ke perpanjangan waktu.
Di babak tambahan, Thailand sempat berada di atas angin. Peeradon Chamratsamee mencetak gol yang membawa Thailand unggul 2-1 pada babak kedua perpanjangan waktu. Ketika banyak penonton mulai cemas, Indonesia menjawab. Elkan Baggott menyambar umpan Rizky Ridho dan menyamakan skor menjadi 2-2 pada menit ke-116. Gol itu memaksa laga ditentukan lewat adu penalti.
Adu penalti: Audero jadi pembeda
Dalam adu tos-tosan, empat penendang Indonesia menjalankan tugas dengan sempurna. Kapten Kevin Diks maju sebagai algojo pertama dan sukses. Ia diikuti Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama yang juga mencetak gol.
Sebaliknya, Thailand dua kali gagal. Tendangan Sarach Yooyen membentur tiang, sedangkan eksekusi Nattapong Sayriya berhasil diblok kiper Emil Audero. Indonesia pun menang 4-2 dalam adu penalti dan memastikan gelar juara.
Para pahlawan di final
Sejumlah nama layak mendapat sorotan dari laga ini. Dean James tidak hanya mencetak gol pembuka, tetapi juga sukses menjadi penendang kedua dalam adu penalti. Elkan Baggott menjadi penyelamat lewat gol menit ke-116, lalu ikut mencetak gol dari titik putih. Rizky Ridho memberi umpan untuk gol Baggott di saat-saat paling genting.
Di bawah mistar, Emil Audero tampil tenang. Penyelamatannya atas tendangan Nattapong Sayriya menjadi momen yang memastikan keunggulan Indonesia dalam adu penalti. Sementara itu, Kevin Diks memimpin rekan-rekannya sebagai kapten dan memberi contoh dengan menuntaskan penalti pertama.
Perjalanan dari fase grup
Langkah Indonesia menuju final tidak selalu mulus. Di laga pertama Grup A, Jumat (25/9/2026) di GBK, Indonesia menang 2-0 atas Singapura. Ragnar Oratmangoen membuka skor pada menit ke-13, lalu Ole Romeny menambah gol lewat penalti pada menit ke-74. Singapura bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-67 setelah Safuwan Baharudin diganjar kartu merah.
Laga kedua melawan Malaysia berakhir tanpa gol, 0-0. Indonesia harus bertahan dengan sepuluh pemain sejak menit ke-36 setelah Thom Haye menerima kartu merah. Hasil imbang itu membuat persaingan di Grup A menjadi sangat ketat.
Penentuan terjadi pada laga terakhir, Kamis (1/10/2026), saat Indonesia menghadapi Bangladesh. Indonesia tampil menggila dan menang 9-2. Mitchell Baker menjadi bintang dengan lima gol, empat di antaranya tercipta pada babak pertama yang ditutup dengan skor 6-1. Rizky Ridho, Justin Hubner, Luke Vickery, dan Kevin Diks ikut mencatatkan nama di papan skor. Dua gol terakhir Indonesia lahir di dua menit terakhir masa tambahan waktu babak kedua.
Gol-gol di ujung laga itu ternyata sangat menentukan. Pada saat yang sama, Malaysia menang 6-0 atas Singapura. Indonesia dan Malaysia sama-sama mengoleksi 7 poin dengan selisih gol yang sama, yakni +9. Indonesia akhirnya keluar sebagai juara grup karena unggul jumlah gol memasukkan, 11 berbanding 9.
Thailand, lawan yang tangguh
Thailand datang ke final sebagai juara Grup B dengan enam poin. Tim yang dilatih Anthony Hudson itu memastikan tiket final setelah mengalahkan Vietnam 2-0 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Selasa (29/9/2026). Gol mereka dicetak Sarach Yooyen pada menit ke-10 dan Chaiyaphon Otton pada menit 90+4.
Final ini juga mempertemukan dua pelatih asal Inggris. Sebelum laga, Herdman menyebut Hudson sudah mengenal gaya bermainnya. Keduanya pernah saling berhadapan saat Herdman melatih Kanada dan Hudson menjadi asisten pelatih Timnas Amerika Serikat. “Akan menyenangkan berjabat tangan dengannya di area teknis dan melihat dua orang Inggris saling beradu taktik,” kata Herdman jelang final.
Untuk suporter
Usai laga, Herdman mempersembahkan gelar ini kepada pendukung Garuda. “Untuk semua fans Garuda yang datang malam ini, untuk semua yang menonton di rumah, kami melakukannya untuk kalian. Ini adalah piala pertama kita dalam sejarah,” ujarnya.
Pelatih asal Inggris itu juga menegaskan bahwa gelar ini baru awal. “Ini adalah langkah besar pertama dari tim ini dan masih banyak lagi ke depannya,” kata Herdman.
Presiden Prabowo Subianto, yang menyaksikan langsung final di GBK, memuji daya juang para pemain. “Mereka tidak menyerah sampai detik-detik terakhir,” kata Prabowo. Ia juga menyebut kemenangan ini sebagai contoh semangat pantang menyerah dan memastikan para pemain akan mendapat bonus yang pengaturannya diserahkan kepada Ketua Umum PSSI.
Turnamen resmi FIFA
FIFA ASEAN Cup 2026 merupakan edisi perdana turnamen sepak bola Asia Tenggara yang masuk kalender resmi FIFA. Turnamen ini dibagi menjadi dua divisi: Premier Division yang digelar di Indonesia dan Challenge Division di Hong Kong. Dengan status tersebut, gelar ini menjadi pencapaian bersejarah bagi sepak bola Indonesia, baik sebagai tuan rumah maupun sebagai juara.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyebut kemenangan ini diraih dengan susah payah. Ia mengakui Thailand sebagai tim yang sangat bagus dan menyatakan akan mengevaluasi titik-titik kelemahan tim bersama pelatih sebagai persiapan menuju Piala Asia 2027.
Bagi tim asuhan Herdman, trofi ini menjadi modal berharga sebelum menatap tantangan yang lebih berat di level Asia. Bagi suporter, malam di GBK itu menjadi jawaban atas penantian selama 35 tahun.