Rabu, 7 Oktober 2026

Verstappen Menangi GP Bahrain di Sepang yang Diguyur Hujan, Hamilton Bangkit dari Posisi 18

Sorot Arena ·

Verstappen Menangi GP Bahrain di Sepang yang Diguyur Hujan, Hamilton Bangkit dari Posisi 18

Max Verstappen akhirnya merasakan kemenangan pertama di Formula 1 2026. Pebalap Red Bull itu menjuarai Grand Prix Bahrain yang digelar di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, Minggu (4/10/2026), dalam balapan yang diwarnai hujan deras, penundaan start, dan beberapa kali safety car.

Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Verstappen dan Red Bull musim ini, sekaligus kemenangan pertamanya sejak GP Abu Dhabi tahun lalu. Secara keseluruhan, ini adalah kemenangan ke-72 sepanjang karier Verstappen.

GP Bahrain di Malaysia

Balapan ini punya latar belakang yang tidak biasa. GP Bahrain semula dijadwalkan berlangsung di Sirkuit Internasional Bahrain pada 12 April. Namun, balapan itu, bersama GP Arab Saudi, dicoret dari jadwal April akibat konflik di Timur Tengah.

Melalui kesepakatan antara Formula 1, FIA, Bahrain, dan Malaysia, balapan tersebut kemudian dikembalikan ke kalender dan dipindahkan ke Sepang dengan tetap memakai nama Grand Prix Bahrain. Nama resminya adalah Formula 1 Gulf Air Bahrain Grand Prix in Malaysia 2026. Bagi Sepang, ini menjadi kembalinya Formula 1 ke sirkuit tersebut.

Hujan dan penundaan start

Sekitar satu jam sebelum start yang dijadwalkan pukul 15.00 waktu setempat (14.00 WIB), hujan deras disertai badai mengguyur Sepang. Genangan air muncul di lintasan, dan petugas harus menyapu air dari trek.

Start mundur ke pukul 15.40 waktu setempat. Namun, putaran pemanasan pertama dihentikan karena sejumlah mobil mengalami masalah daya. Start kedua akhirnya dilakukan pukul 16.33 waktu setempat (15.33 WIB) dengan susunan grid awal. Saat itu, lintasan sudah cukup kering sehingga tim-tim membuat pilihan ban yang berbeda.

Keputusan tepat Red Bull

Verstappen start dari pole position dan memanfaatkan keputusan strategi yang tepat. “Ini kemenangan yang sangat menyenangkan, setelah tahun yang kami lalui dan kemajuan yang kami buat. Saya sangat bangga dengan semua orang,” kata Verstappen.

Ia mengakui awal balapan berlangsung kacau. “Sangat sibuk dengan banyak hal berbeda di awal. Tidak ada daya, jadi Anda harus menunggu daya masuk. Tetapi kemudian kami membuat keputusan yang tepat dengan ban intermediate, dan setelah itu, selangkah demi selangkah, kami maju,” ujarnya.

Verstappen juga menyoroti pencapaian timnya secara teknis. “Memenangi balapan pertama kami di tahun pertama dengan unit tenaga sendiri cukup mengesankan,” katanya.

Safety car dan insiden

Balapan diwarnai beberapa gangguan. Safety car pertama keluar pada lap 8 setelah Valtteri Bottas berputar di sektor terakhir. Pada lap 43, virtual safety car diberlakukan karena Alex Albon berhenti di lintasan, lalu ditingkatkan menjadi safety car penuh pada lap 44 saat petugas memindahkan mobilnya.

Gabriel Bortoleto mendapat penalti 10 detik karena bertabrakan dengan Carlos Sainz di tikungan 2 sekitar pertengahan balapan.

Nasib paling sial dialami George Russell. Mobil Mercedes-nya berhenti tepat sebelum tikungan 1 pada periode safety car terakhir. Russell pun gagal finis, kehilangan poin berharga dalam perburuan gelar.

Comeback Hamilton

Cerita paling menarik datang dari Lewis Hamilton. Pebalap Ferrari itu start dari barisan depan, di samping Verstappen. Namun, Ferrari memilih ban slick dalam kondisi yang masih bercampur, dan keputusan itu menjadi bumerang. Hamilton terlempar hingga posisi ke-18.

Dari situ, Hamilton bangkit. Ia menyalip satu per satu, termasuk Arvid Lindblad, Esteban Ocon, dan Liam Lawson. Satu lap setelah restart terakhir, Hamilton menyalip Isack Hadjar di tikungan 1 untuk merebut posisi ketiga.

Hasil 10 besar

  • 1. Max Verstappen (Red Bull) – 25 poin
  • 2. Kimi Antonelli (Mercedes) +2,307 detik – 18 poin
  • 3. Lewis Hamilton (Ferrari) +4,919 detik – 15 poin
  • 4. Charles Leclerc (Ferrari) +7,258 detik – 12 poin
  • 5. Isack Hadjar (Red Bull) +8,571 detik – 10 poin
  • 6. Oscar Piastri (McLaren) – 8 poin
  • 7. Liam Lawson (Racing Bulls) – 6 poin
  • 8. Fernando Alonso (Aston Martin) – 4 poin
  • 9. Lando Norris (McLaren) – 2 poin
  • 10. Arvid Lindblad (Racing Bulls) – 1 poin

Lando Norris kehilangan posisi ketujuh setelah salah mengerem di tikungan 1 saat safety car dan melintasi gravel. Oscar Piastri sempat berjudi dengan ban slick sebelum beralih ke intermediate. Charles Leclerc bangkit setelah masuk pit lebih awal.

Antonelli semakin kokoh

Di klasemen, pemimpin kejuaraan Kimi Antonelli menjadi pemenang besar meski hanya finis kedua. Dengan Russell gagal finis, keunggulan pebalap muda Mercedes itu atas rekan setimnya melebar dari 66 poin menjadi 84 poin, dengan tujuh seri tersisa.

Dengan selisih sebesar itu, Antonelli kini berada di posisi yang sangat nyaman dalam perburuan gelar juara dunia. Sementara itu, kemenangan Verstappen menjadi sinyal bahwa Red Bull mulai menemukan kembali kecepatan di paruh akhir musim.

Hasil ini juga positif bagi Red Bull secara tim. Selain Verstappen yang menang, Isack Hadjar finis kelima. Ferrari pun punya alasan untuk tersenyum dengan Hamilton di podium dan Leclerc di posisi keempat, meski strategi ban slick di awal balapan sempat merugikan mereka. Sebaliknya, McLaren menjalani hari yang sulit dengan Piastri keenam dan Norris kesembilan.

Dua pebalap tim Racing Bulls, Liam Lawson dan Arvid Lindblad, juga sama-sama membawa pulang poin dengan finis di posisi ketujuh dan kesepuluh.

Formula 1 masih menyisakan tujuh seri hingga akhir musim. Bagi penggemar Formula 1 di Asia Tenggara, balapan di Sepang ini menjadi tontonan istimewa: hujan tropis, strategi yang menentukan, dan comeback dramatis yang membuat balapan sulit ditebak hingga akhir.

Bagikan: WhatsApp X Facebook

Berita Terkait