Rabu, 7 Oktober 2026

Antonio Conte Beri Sinyal Tertarik Tangani Klub Bersejarah, Manchester United?

Sorot Arena ·

Antonio Conte Beri Sinyal Tertarik Tangani Klub Bersejarah, Manchester United?

Antonio Conte kembali memancing spekulasi. Pelatih asal Italia yang saat ini tanpa klub itu memberi sinyal siap kembali ke pinggir lapangan, dan pernyataannya langsung dikaitkan dengan Manchester United.

Dalam wawancara dengan The Athletic, Conte berbicara tentang ambisinya jika menangani klub dengan sejarah besar. “Jika saya pergi ke sebuah klub yang sejarahnya berbicara sendiri, sejarah yang terdiri dari trofi, gelar liga, dan kemenangan, Anda hanya bisa menghormati sejarah itu dengan memiliki ambisi untuk mengembalikan klub tersebut,” kata Conte.

Ia juga menegaskan filosofinya dalam satu kalimat singkat: “Sejarah hanya diciptakan dengan kemenangan.”

Mengapa dikaitkan dengan MU?

Conte tidak menyebut nama klub mana pun. Namun, gambaran yang ia sampaikan, yakni klub dengan sejarah panjang berisi trofi dan gelar liga yang perlu dikembalikan ke masa jayanya, membuat banyak pihak langsung teringat pada Manchester United.

MU memang sedang berada dalam periode sulit. Setan Merah belum pernah menjuarai Liga Inggris sejak era Sir Alex Ferguson berakhir. Klub yang dulu mendominasi sepak bola Inggris itu kini masih berjuang untuk kembali menjadi kekuatan utama.

Awal musim yang buruk

Awal musim 2026/2027 MU di bawah Michael Carrick jauh dari meyakinkan. Mereka kalah 0-2 dari Hull City di laga pembuka, lalu menang 5-2 atas tim promosi Ipswich Town. Setelah itu, MU kalah 0-1 dari Manchester City dalam derbi di Old Trafford lewat gol Erling Haaland, kemudian bermain imbang 1-1 dengan Fulham.

Dari lima laga liga, MU baru mengoleksi 5 poin. Situasi semakin buruk setelah MU tersingkir dari Carabao Cup usai kalah 2-3 dari Brighton.

Meski hasilnya mengecewakan, manajemen MU sejauh ini masih mempertahankan Carrick. Klub disebut memahami bahwa hasil awal musim tidak memuaskan, tetapi tetap melihat Carrick sebagai sosok yang tepat untuk melanjutkan proyek yang sedang berjalan. Carrick sendiri menyebut wacana pemecatan dirinya sebagai hal yang konyol.

Usai kalah dari Manchester City, Carrick juga menegaskan bahwa musim belum berakhir dan timnya masih punya banyak waktu untuk memperbaiki keadaan. Namun, di sepak bola modern, kesabaran klub besar biasanya terbatas. Tekanan dari suporter dan media akan semakin besar jika hasil tidak kunjung membaik, dan di situlah nama-nama pelatih tanpa klub seperti Conte biasanya mulai bermunculan dalam spekulasi.

Rekam jejak Conte

Nama Conte selalu menarik perhatian karena rekam jejaknya yang penuh trofi. Ia menangani Juventus pada 2011 hingga 2014 dan mempersembahkan tiga gelar Serie A berturut-turut.

Conte kemudian melatih Timnas Italia, sebelum pindah ke Inggris untuk menangani Chelsea. Di Stamford Bridge, ia mempersembahkan gelar Premier League dan Piala FA. Setelah itu, ia membawa Inter Milan meraih gelar Serie A.

Conte juga pernah melatih Tottenham Hotspur. Petualangan terakhirnya adalah bersama Napoli, yang ia bawa meraih gelar Serie A dan Piala Super Italia sebelum akhirnya meninggalkan klub tersebut.

Rekam jejak itu memperlihatkan pola yang jelas: Conte sering datang ke klub yang sedang membutuhkan kebangkitan, lalu membawa trofi dalam waktu relatif singkat.

Akhir kisah di Napoli

Conte berpisah dengan Napoli pada akhir musim 2025/2026, setelah dua tahun menangani klub tersebut. Di musim pertamanya, ia membawa Napoli kembali menjuarai Serie A. Namun, musim keduanya tidak semulus itu: Napoli finis di posisi kedua di bawah Inter Milan.

Saat mengumumkan kepergiannya pada Mei 2026, Conte mengaku merasa proyeknya sudah mendekati akhir sekitar sebulan sebelumnya. Ia juga mengakui satu kegagalan, yakni tidak mampu membangun persatuan di lingkungan klub, sehingga sulit untuk bersaing. Kontraknya yang sebenarnya berlaku hingga 2027 kemudian resmi diakhiri oleh Napoli pada awal Juni 2026.

Kepergian dari Napoli juga mengikuti pola lama Conte, yang jarang bertahan lebih dari dua tahun di satu klub. Sejak saat itu, ia belum mengambil pekerjaan baru, dan sinyal yang ia berikan kepada The Athletic menjadi petunjuk pertama tentang langkah berikutnya.

Gaya yang menuntut

Di balik kesuksesannya, Conte dikenal sebagai pelatih yang sangat menuntut. Ia membutuhkan dukungan penuh dari klub, termasuk dalam urusan belanja pemain. Pernyataannya tentang ambisi mengembalikan klub bersejarah ke puncak sejalan dengan karakter tersebut: ia tidak tertarik pada proyek yang hanya ingin bertahan di papan tengah.

Pengalamannya di Liga Inggris bersama Chelsea dan Tottenham juga menjadi nilai tambah. Conte sudah memahami intensitas kompetisi dan tekanan media di Inggris.

Belum ada pembicaraan resmi

Meski spekulasi berkembang, belum ada laporan mengenai pembicaraan resmi antara Conte dan Manchester United. Pernyataan Conte juga bersifat umum dan tidak menyebut klub tertentu.

Di sisi lain, MU masih memberi kepercayaan kepada Carrick. Hasil di beberapa laga ke depan kemungkinan akan sangat menentukan apakah kepercayaan itu bertahan, atau justru membuka pintu bagi nama-nama baru seperti Conte.

Ujian terdekat Carrick

Setelah jeda internasional, MU akan menjamu Tottenham Hotspur pada Sabtu (10/10/2026) pukul 23.30 WIB di pekan keenam Liga Inggris. Menariknya, Tottenham adalah salah satu mantan klub Conte.

Bagi Carrick, laga ini menjadi kesempatan untuk menjawab keraguan. Kemenangan akan meredakan tekanan, sementara hasil buruk bisa membuat spekulasi tentang masa depannya, dan tentang Conte, semakin kencang.

Bagi suporter MU, nama Conte tentu menggoda karena reputasinya sebagai pelatih pemenang. Namun, setiap pergantian pelatih juga membawa risiko, termasuk perubahan skema dan kebutuhan belanja pemain baru.

Untuk saat ini, sinyal dari Conte sudah terdengar jelas. Ia siap kembali, asalkan proyeknya cukup besar dan ambisius. Pertanyaannya, klub mana yang akan menjawab sinyal tersebut?

Bagikan: WhatsApp X Facebook

Berita Terkait