Rabu, 7 Oktober 2026

Hong Kong Juara FIFA ASEAN Challenge Cup, Malam Ini Giliran Premier Division Tentukan Juara

Sorot Arena ·

Hong Kong Juara FIFA ASEAN Challenge Cup, Malam Ini Giliran Premier Division Tentukan Juara

FIFA ASEAN Cup 2026 sudah memiliki juara pertamanya. Hong Kong keluar sebagai kampiun FIFA ASEAN Challenge Cup 2026, divisi kedua turnamen ini, setelah mengalahkan Kamboja 2-0 di final yang digelar di Kai Tak Stadium, Hong Kong, Sabtu (3/10/2026) malam.

Kini, perhatian beralih ke Jakarta. Senin (5/10/2026) malam, Indonesia dan Thailand akan memperebutkan gelar juara Premier Division di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Dua turnamen, dua kota

FIFA ASEAN Cup 2026 adalah edisi perdana turnamen sepak bola Asia Tenggara yang resmi masuk kalender FIFA. Turnamen ini dibagi menjadi dua divisi. Premier Division digelar di Indonesia, dengan laga-laga di Jakarta dan Bandung, sementara Challenge Division atau Division 2 digelar di Hong Kong.

Format ini memberi kesempatan kepada lebih banyak tim untuk bertanding dalam turnamen resmi FIFA, sekaligus menjaga persaingan tetap seimbang di masing-masing divisi.

Final di Kai Tak

Hong Kong tampil sebagai tuan rumah sekaligus unggulan. Mereka lolos ke final setelah memenangi kedua laga fase grup. Di final, Hong Kong mendapat dukungan hampir 32.000 penonton yang memadati Kai Tak Stadium.

Gol pembuka lahir pada menit ke-41 melalui Matt Orr. Keunggulan itu bertahan hingga turun minum. Pada menit ke-52, Everton Camargo menggandakan keunggulan lewat titik penalti. Skor 2-0 bertahan hingga peluit akhir.

Hong Kong tampil dengan susunan pemain berikut: Pong Cheuk-hei di bawah mistar; Tsui Wang-kit, Oliver Gerbig, Dudu, dan Yue Tze-nam di lini belakang; Tan Chun-lok (kapten), Wu Chun-ming, dan Philip Chan Siu-kwan di lini tengah; serta Sun Ming-him, Everton Camargo, dan Matt Orr di lini depan.

Gelar FIFA pertama bagi Hong Kong

Kemenangan ini punya arti besar. Ini adalah gelar kompetisi piala pertama yang diselenggarakan FIFA bagi Hong Kong. Pemerintah Hong Kong langsung memberikan ucapan selamat.

“Tim Hong Kong menunjukkan keunggulan dalam menyerang dan bertahan sepanjang pertandingan, dan menampilkan performa luar biasa di lapangan,” demikian pernyataan pemerintah Hong Kong melalui Sekretaris Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata, Rosanna Law. Pemerintah juga berjanji akan terus mendukung pengembangan sepak bola lokal.

Balas dendam atas Kamboja

Kemenangan di final juga terasa manis karena menjadi pembalasan. Pada Juni 2026, Hong Kong kalah 0-2 dari Kamboja. Kekalahan itu disebut sebagai kekalahan pertama Hong Kong dari Kamboja dalam 55 tahun.

Hanya empat bulan berselang, Hong Kong membalas di panggung yang jauh lebih besar. Bermain di depan publik sendiri, dengan gelar FIFA dipertaruhkan, mereka tampil jauh lebih meyakinkan dan tidak memberi Kamboja banyak ruang.

Secara keseluruhan, Hong Kong masih unggul jauh dalam rekor pertemuan. Dari 14 pertemuan, Hong Kong menang sembilan kali, imbang tiga kali, dan hanya kalah dua kali.

Malam ini: Indonesia vs Thailand

Setelah Challenge Cup menemukan juaranya, sorotan kini tertuju pada final Premier Division. Timnas Indonesia akan menghadapi Thailand di SUGBK, Jakarta, Senin (5/10/2026) pukul 20.00 WIB.

Sebelum final, SUGBK juga akan menggelar laga perebutan tempat ketiga antara Malaysia dan Vietnam pada pukul 16.00 WIB.

Indonesia lolos ke final sebagai juara Grup A. Skuad asuhan John Herdman menang 2-0 atas Singapura, bermain imbang 0-0 dengan Malaysia, lalu menang 9-2 atas Bangladesh. Indonesia unggul jumlah gol memasukkan atas Malaysia, yang sama-sama mengoleksi tujuh poin.

Sementara itu, Thailand lolos sebagai juara Grup B dengan enam poin. Kemenangan 2-0 atas Vietnam di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, memastikan langkah tim asuhan Anthony Hudson ke partai puncak.

Herdman dan Hudson

Final Premier Division juga menghadirkan duel menarik di pinggir lapangan. Pelatih Indonesia John Herdman dan pelatih Thailand Anthony Hudson sama-sama berasal dari Inggris dan pernah saling berhadapan saat Herdman melatih Kanada dan Hudson menjadi asisten pelatih Amerika Serikat.

“Kedua tim lapar. Saya pikir kedua tim percaya mereka bisa memenangkannya,” kata Herdman jelang final. Ia meminta publik bersabar dengan perkembangan timnya. “Percaya saja pada proses. Semuanya membutuhkan waktu,” ujarnya.

Dari kubu Thailand, Hudson sejak tiba di Jakarta pada 23 September sudah menegaskan target juara. “Kami ingin memenanginya. Itu target kami,” katanya kala itu.

Ulangan final Piala AFF 2020

Final malam ini menjadi pertemuan pertama Indonesia dan Thailand di partai final sejak Piala AFF 2020. Saat itu, Thailand menang 4-0 di leg pertama dan bermain imbang 2-2 di leg kedua, dua laga yang sama-sama digelar di National Stadium, Singapura.

Bagi Indonesia, final ini menjadi kesempatan untuk mengakhiri penantian panjang. Tim senior putra Indonesia belum pernah meraih gelar sejak medali emas SEA Games 1991, dan sudah enam kali menjadi runner-up Piala AFF.

Dua juara di edisi perdana

Pada akhir hari ini, FIFA ASEAN Cup edisi perdana akan memiliki dua juara: Hong Kong di Challenge Division dan pemenang laga Indonesia melawan Thailand di Premier Division. Bagi Hong Kong, sejarah sudah tercipta di Kai Tak. Bagi Indonesia dan Thailand, sejarah itu akan ditulis malam ini di Senayan.

Sukses Hong Kong juga menjadi pengingat bahwa turnamen ini memberi panggung bagi banyak negara, tidak hanya kekuatan tradisional Asia Tenggara. Gelar pertama di ajang resmi FIFA bisa menjadi pendorong besar bagi perkembangan sepak bola di negara mana pun.

Suporter Indonesia diharapkan kembali memadati SUGBK untuk memberikan dukungan penuh. Seperti yang dirasakan Hong Kong di Kai Tak, dukungan publik tuan rumah bisa menjadi tambahan tenaga di laga penentuan.

Bagikan: WhatsApp X Facebook

Berita Terkait