Rabu, 7 Oktober 2026

UEFA Selidiki Insiden Laga Irlandia vs Israel di Nations League

Sorot Arena ·

UEFA Selidiki Insiden Laga Irlandia vs Israel di Nations League

UEFA resmi membuka penyelidikan atas dugaan insiden dalam pertandingan UEFA Nations League antara Republik Irlandia dan Israel. Laga yang dimainkan di tempat netral, Backa Topola, Serbia, itu berakhir imbang 1-1, tetapi yang menjadi sorotan justru kejadian di luar lapangan.

UEFA menunjuk seorang inspektur etik dan disiplin setelah menerima laporan resmi pertandingan. Laporan tersebut memuat dugaan adanya insiden di dalam atau di sekitar lorong stadion saat jeda babak pertama.

Dugaan meludahi staf Irlandia

Inti dari penyelidikan ini adalah dugaan yang disampaikan Damien Doyle, kepala performa atletik Timnas Irlandia. Doyle menyebut seorang pemain Israel meludahinya saat terjadi insiden di lorong stadion ketika jeda babak pertama.

Hingga kini, UEFA belum mengumumkan hasil penyelidikan, termasuk siapa pemain yang dimaksud dan apakah akan ada sanksi. Proses ini biasanya membutuhkan waktu karena inspektur harus mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak, termasuk perangkat pertandingan.

Pelatih Irlandia soal intimidasi

Pelatih Irlandia Heimir Hallgrimsson juga angkat bicara. Ia menilai para pemain Israel sudah berusaha mengintimidasi timnya sejak awal pertandingan. Pernyataan itu menggambarkan betapa panasnya atmosfer laga, meski dimainkan tanpa kehadiran pendukung tuan rumah di negara masing-masing.

Ketegangan sejak sebelum laga

Ketegangan antara kedua tim sudah terasa sebelum pertandingan dimulai. Dalam konferensi pers sebelum laga pada hari Sabtu, seorang jurnalis Israel menyatakan bahwa para pemain Irlandia menyebut pemain Israel sebagai “monyet” pada pertemuan pertama kedua tim.

Tuduhan itu langsung dibantah keras oleh petugas komunikasi Timnas Irlandia, Kieran Crowley. Crowley menyebut tuduhan tersebut sebagai kebohongan, lalu menghentikan konferensi pers saat itu juga.

Simbol di lapangan

Pertandingan ini juga diwarnai simbol-simbol protes dan duka. Para pemain Irlandia mengenakan ban lengan hitam dan menolak berjabat tangan sebagai bentuk protes terkait situasi di Gaza.

Di sisi lain, para pemain Israel juga mengenakan ban lengan hitam untuk mengenang korban serangan 7 Oktober 2023. Dua simbol berbeda di lapangan yang sama memperlihatkan betapa sensitifnya pertemuan kedua tim ini.

Mengapa dimainkan di Serbia?

Laga ini seharusnya menjadi pertandingan kandang Irlandia. Namun, pada Juni lalu, Asosiasi Sepak Bola Irlandia (FAI) memindahkan laga ke tempat netral di Serbia dengan alasan operasional. Keputusan itu diambil setelah muncul seruan luas untuk memboikot pertandingan melawan Israel.

Pertemuan pertama kedua tim juga digelar di tempat netral. Laga itu berlangsung pada 27 September di Debrecen, Hongaria, dan dimenangi Irlandia dengan skor telak 3-0.

Grup dan jadwal Irlandia

Di UEFA Nations League 2026/2027, Irlandia tergabung dalam satu grup bersama Israel, Austria, dan Kosovo. Pertemuan dengan Israel sejak awal menjadi sorotan utama, apalagi kedua tim terakhir kali bertemu pada 2005.

Berikut jadwal Irlandia di fase grup:

  • 24 September 2026: Kosovo vs Irlandia
  • 27 September 2026: Israel vs Irlandia (Debrecen, Hongaria) – Irlandia menang 3-0
  • 1 Oktober 2026: Irlandia vs Austria
  • 4 Oktober 2026: Irlandia vs Israel (Backa Topola, Serbia) – imbang 1-1
  • 14 November 2026: Austria vs Irlandia
  • 17 November 2026: Irlandia vs Kosovo

Dari dua pertemuan, Irlandia mengumpulkan empat poin dari Israel, hasil yang penting dalam persaingan di grup. Irlandia masih menyisakan dua laga pada November, yakni tandang ke Austria dan menjamu Kosovo.

Grup ini sejak awal dinilai menantang bagi Irlandia. Dalam undian, Israel berasal dari Pot 1, Austria dari Pot 2, dan Kosovo dari Pot 4. Artinya, secara peringkat, Israel adalah unggulan teratas di grup tersebut. Karena itu, empat poin yang dikumpulkan Irlandia dari dua pertemuan melawan Israel menjadi modal berharga.

UEFA Nations League sendiri merupakan kompetisi antarnegara Eropa yang mempertemukan tim-tim dengan peringkat yang relatif setara dalam liga dan grup. Hasil di kompetisi ini menentukan promosi dan degradasi antarliga, sekaligus bisa memengaruhi jalur menuju turnamen besar.

Jadwal yang padat itu membuat Irlandia harus menjaga fokus. Kasus yang sedang diselidiki UEFA tidak boleh mengganggu persiapan tim untuk dua laga terakhir yang bisa menentukan posisi akhir di grup.

Apa yang bisa terjadi selanjutnya?

Penyelidikan oleh inspektur etik dan disiplin UEFA merupakan langkah awal. Setelah inspektur menyelesaikan pemeriksaan, laporan biasanya diteruskan ke badan disiplin UEFA untuk diputuskan. Jika dugaan terbukti, sanksi bisa dijatuhkan kepada individu maupun federasi, tergantung pada temuan.

Namun, untuk saat ini, semua masih berupa dugaan. Belum ada pihak yang dinyatakan bersalah, dan kedua federasi masih menunggu proses berjalan.

Konteks yang lebih luas

Kasus ini menambah daftar pertandingan sepak bola yang ikut terseret ketegangan di luar lapangan. UEFA selama ini menegaskan bahwa sepak bola harus menjadi ruang yang aman bagi pemain, staf, dan penonton. Karena itu, tindakan seperti meludah atau ucapan yang merendahkan, jika terbukti, termasuk pelanggaran serius dalam aturan disiplin.

Bagi Irlandia, kasus ini juga datang di tengah persiapan besar. Irlandia akan menjadi salah satu tuan rumah Piala Eropa 2028 bersama Inggris, Wales, dan Skotlandia. Sorotan terhadap bagaimana federasi dan tim nasional menghadapi situasi sensitif seperti ini pun ikut meningkat.

Bagi Israel, penyelidikan ini menambah tantangan di tengah situasi ketika banyak laga mereka harus digelar di tempat netral. Kedua pihak kini menunggu keputusan UEFA, yang diharapkan bisa memberi kejelasan atas apa yang sebenarnya terjadi di lorong stadion Backa Topola.

Hasil penyelidikan akan menentukan apakah insiden ini berakhir dengan sanksi, atau sekadar menjadi catatan panas dari dua pertemuan yang sarat ketegangan.

Bagikan: WhatsApp X Facebook

Berita Terkait