Rabu, 7 Oktober 2026

Joan Mir Absen, Honda Tunjuk Aleix Espargaro di MotoGP Mandalika 2026

Sorot Arena ·

Joan Mir Absen, Honda Tunjuk Aleix Espargaro di MotoGP Mandalika 2026

Honda HRC kembali harus mencari pengganti Joan Mir. Untuk MotoGP Indonesia 2026 di Mandalika, tim pabrikan Jepang itu menunjuk pebalap penguji mereka, Aleix Espargaro.

Mir dipastikan absen di Jepang dan Indonesia karena masalah kesehatan yang belum terungkap secara pasti. Keputusan itu diambil setelah pebalap Spanyol tersebut menjalani pemeriksaan oleh tim medis MotoGP.

Masalah kesehatan yang berlarut

Absennya Mir bukan kejadian mendadak. Ia sudah lebih dulu absen di MotoGP Austria karena sakit. Menurut kepala tim medis MotoGP, Mir mengalami berbagai gejala yang memengaruhi energi dan performanya selama beberapa bulan, dengan tingkat keparahan yang meningkat belakangan ini. Penyebab pastinya belum dikonfirmasi.

Saat itu, posisi Mir di Austria diisi oleh Takaaki Nakagami. Ketika masalah kesehatannya berlanjut, Honda memastikan Mir juga absen di dua seri pertama tur Asia, yakni Jepang dan Indonesia.

Chantra di Jepang, Espargaro di Mandalika

Di MotoGP Jepang, Honda menurunkan Somkiat Chantra sebagai pengganti Mir. Pebalap asal Thailand yang pernah menang di Moto2 itu finis di posisi ke-13 pada balapan hari Minggu, hanya tiga posisi di belakang Luca Marini, pebalap reguler Honda.

Kehadiran Chantra di Motegi menandai kembalinya pebalap Thailand itu ke kelas MotoGP. Hasil ke-13 terbilang solid untuk pebalap pengganti yang hanya punya sedikit waktu untuk beradaptasi dengan motor.

Sementara itu, Takaaki Nakagami, yang menggantikan Mir di Austria, sebenarnya sudah dijadwalkan tampil sebagai wildcard di seri kandangnya di Motegi. Kondisi ini membuat Honda harus memutar otak untuk mengisi kursi Mir dari seri ke seri.

Meski tampil cukup baik, Chantra hanya ditugaskan untuk seri Jepang. Untuk Mandalika, Honda memilih Espargaro, yang akan menemani Luca Marini di garasi Honda HRC.

Marini, andalan Honda saat ini

Dengan absennya Mir, beban Honda banyak bertumpu pada Luca Marini. Pebalap Italia itu sebenarnya juga sempat mengalami masa sulit musim ini. Ia mengalami kecelakaan saat tes di Suzuka pada Mei yang membuatnya absen di tiga balapan.

Namun, setelah pulih, Marini tampil sangat konsisten. Dalam enam seri terakhir, ia selalu finis di sepuluh besar, baik di sprint race hari Sabtu maupun balapan utama hari Minggu. Di Motegi, Marini juga tampil kompetitif dan menempati posisi kelima pada sesi pra-kualifikasi, di depan Francesco Bagnaia. Hingga kini, ia sudah mengumpulkan 112 poin.

Kehadiran Espargaro di garasi yang sama bisa memberi manfaat tambahan. Sebagai pebalap penguji yang memahami pengembangan motor, Espargaro dapat membandingkan data dan memberi masukan kepada Marini serta para teknisi Honda.

Kembali setelah cedera berat

Penampilan di Mandalika akan menjadi momen penting bagi Espargaro. Ini adalah penampilan pertamanya musim ini untuk Honda HRC sekaligus balapan pertamanya sejak seri penutup musim 2025 di Valencia.

Perjalanan Espargaro menuju lintasan tidak mudah. Saat menjalani tes pramusim di Sepang, Malaysia, ia mengalami kecelakaan yang menyebabkan empat ruas tulang belakangnya patah. Cedera itu harus ditangani dengan pemasangan pelat dan sekrup. Belakangan, ia kembali menjalani operasi lanjutan untuk melepas pen tersebut.

Akibat cedera itu, Espargaro baru menempuh sedikit putaran dan terpaksa melewatkan sejumlah jadwal wildcard yang sudah direncanakan. Karena itu, Mandalika akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kondisi fisiknya.

“Selalu sebuah kehormatan”

Espargaro menyambut penunjukan ini dengan antusias. “Tentu saja selalu menjadi kehormatan besar untuk bergabung dengan tim pabrikan Honda di MotoGP, dan saya ingin berterima kasih kepada mereka karena memercayai saya untuk membalap selama Joan dan Taka menjalani pemulihan,” kata Espargaro.

Dari pihak Honda, tujuan utama akhir pekan ini adalah membantu Espargaro kembali menyesuaikan diri dengan motor dan ritme balapan.

Sirkuit yang menguras fisik

Tantangan Espargaro semakin berat karena Mandalika dikenal sebagai sirkuit yang sangat menguras fisik. Suhu panas, kelembapan tinggi, dan karakter lintasan yang menuntut membuat pebalap harus berada dalam kondisi prima.

Bagi pebalap yang baru pulih dari cedera tulang belakang, kondisi ini tentu bukan hal ringan. Karena itu, target realistis Espargaro kemungkinan adalah menyelesaikan balapan sambil mengumpulkan data berharga untuk Honda.

Pengalaman sebagai modal

Meski begitu, Espargaro membawa pengalaman yang sangat panjang. Ia adalah pebalap dengan tiga kemenangan di kelas MotoGP dan sudah bertahun-tahun bersaing di level tertinggi. Kini berstatus pebalap penguji, ia juga memahami karakter motor Honda dari sisi pengembangan.

Pengalaman itu bisa membantu Honda. Selain membalap, Espargaro dapat memberi masukan teknis yang berguna bagi tim dalam mengembangkan motor mereka.

Harapan untuk Mir

Di tengah semua ini, harapan terbesar tentu tertuju pada kesembuhan Joan Mir. Juara dunia MotoGP 2020 itu sudah beberapa kali absen musim ini, dan masalah kesehatannya belum dijelaskan secara rinci.

Masalah kesehatan Mir juga berdampak pada Honda sebagai tim. Tanpa pebalap reguler di salah satu motor, tim kehilangan data balapan yang konsisten dari dua pebalap, padahal data tersebut penting untuk pengembangan motor. Bergantian menurunkan Nakagami, Chantra, lalu Espargaro membuat Honda harus beradaptasi dengan gaya balap yang berbeda-beda dari seri ke seri.

Di sisi lain, situasi ini memberi kesempatan bagi pebalap pengganti untuk menunjukkan kemampuan di level tertinggi. Bagi Espargaro, Mandalika adalah panggung untuk membuktikan bahwa ia sudah benar-benar pulih.

Honda belum mengumumkan kapan Mir akan kembali. Untuk sementara, Espargaro akan mengisi kursi kosong di Mandalika, seri ke-17 MotoGP 2026 yang digelar pada 9-11 Oktober.

Bagikan: WhatsApp X Facebook

Berita Terkait