Veda Ega Pratama Pasang Target Finis Tanpa Jatuh di Moto3 Mandalika 2026
Pebalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, akan tampil di hadapan publik sendiri pada Moto3 Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika, Lombok, 9-11 Oktober 2026. Pebalap asal Gunungkidul yang membela Honda Team Asia itu mengaku sangat bersemangat menyambut balapan kandang.
“Pastinya saya lebih semangat dan enggak sabar buat ngejalanin balapan di Mandalika. Karena ini salah satu sirkuit favorit saya,” kata Veda.
Target sederhana
Meski tampil di kandang, Veda tidak ingin membebani diri dengan target muluk. Ia memilih fokus menyelesaikan balapan dengan aman.
“Target saya bisa finis, enggak jatuh, dan saya enggak mau kasih tekanan ke diri saya, sih. Semoga saja dapat hasil yang bagus,” ujarnya.
Sikap ini masuk akal. Balapan kandang sering membawa tekanan ekstra karena sorotan penonton dan media. Dengan menjaga ekspektasi tetap realistis, Veda berharap bisa membalap dengan lebih tenang.
Feeling bagus di Mandalika
Veda punya alasan untuk optimistis. Ia sudah mengenal karakter Sirkuit Mandalika dan sempat berlatih di sana sebelum seri ini.
“Dan saya ada feeling bagus karena ya, saya suka treknya dan kemarin juga sudah sempat latihan. Saya juga ada pengalaman balapan di sana. Jadi, ya kita lihat mungkin nanti,” kata Veda.
Namun, ada satu hal yang menjadi perhatiannya, yakni angin. Letak Mandalika yang dekat pantai membuat embusan angin bisa memengaruhi kestabilan motor, terutama di kelas Moto3 yang motornya relatif ringan.
Rekam jejak di Mandalika
Pengalaman Veda di Mandalika memang cukup panjang. Ia pertama kali tampil di sana pada Asia Talent Cup 2021 seri Indonesia sebagai pebalap wildcard dan finis di posisi kedelapan pada balapan pertama.
Setelah itu, Veda terus berkembang. Di Asia Talent Cup 2022, ia menjadi peringkat ketiga klasemen akhir dengan enam podium. Setahun kemudian, pada 2023, ia menjadi juara Asia Talent Cup setelah memenangi sembilan dari dua belas balapan. Veda tercatat sebagai satu-satunya pebalap Indonesia yang meraih gelar tersebut.
Di Asia Road Racing Championship, Veda juga tampil baik. Pada 2023, di kelas AP250, ia menempati peringkat ketiga dengan tujuh podium dan tiga kemenangan. Setahun kemudian, di kelas SSP600, ia meraih tiga podium, termasuk finis kedua di Mandalika.
Ditempa di Eropa
Selain di Asia, Veda juga ditempa di ajang-ajang pembinaan di Eropa. Ia tampil di Red Bull MotoGP Rookies Cup sejak 2024. Di musim pertamanya, ia finis di peringkat kedelapan dengan satu podium di Red Bull Ring, Austria. Pada 2025, Veda tampil jauh lebih matang dan menjadi runner-up dengan enam podium, termasuk tiga kemenangan.
Pada 2025, Veda juga turun di FIM JuniorGP bersama Astra Honda Racing Team dan finis di peringkat kesepuluh. Rangkaian pengalaman inilah yang mengantarnya ke Kejuaraan Dunia Moto3 bersama Honda Team Asia, dengan rekan setim Zen Mitani dari Jepang.
Musim debut yang mengesankan
Musim 2026 adalah musim debut Veda di Kejuaraan Dunia Moto3. Awalnya sangat menjanjikan. Di seri pembuka di Thailand, Veda start dari posisi kelima dan finis di posisi yang sama, sekaligus mengoleksi poin pertamanya di kejuaraan dunia.
Di seri kedua di Brasil, Veda mencetak sejarah dengan finis ketiga. Ia menjadi pebalap Indonesia pertama yang naik podium di Grand Prix. Podium kedua datang di Prancis, juga di posisi ketiga.
Berikut hasil Veda di Moto3 2026 sejauh ini:
- Thailand: 5
- Brasil: 3 (podium)
- Amerika Serikat: tidak finis
- Spanyol: 5
- Prancis: 3 (podium)
- Catalunya: 7
- Italia: 8
- Hongaria: 16
- Ceko: 5
- Belanda: tidak finis
- Jerman: 8
- Inggris: 9
- Aragon: 20
- San Marino: 18
- Austria: 13
- Jepang: 11
Mencari momentum lagi
Setelah awal musim yang gemilang, hasil Veda sempat menurun pada beberapa seri. Ia finis ke-20 di Aragon dan ke-18 di San Marino. Namun, tren itu mulai membaik. Veda finis ke-13 di Austria, lalu ke-11 di Jepang meski harus memulai balapan dari posisi ke-18.
Naik tujuh posisi dari grid ke garis finis menunjukkan kecepatan balapnya masih terjaga. Hasil di Jepang bisa menjadi modal positif untuk menyambut seri kandang.
Secara keseluruhan, dari 16 seri yang sudah dijalani, Veda finis di sepuluh besar sebanyak sembilan kali, termasuk dua podium. Ia hanya dua kali gagal finis, yakni di Amerika Serikat dan Belanda. Untuk ukuran pebalap debutan berusia 17 tahun, catatan ini tergolong sangat baik. Tantangannya kini adalah kembali ke performa awal musim dan menjaga konsistensi di sisa kalender balap.
Pebalap 17 tahun dengan masa depan cerah
Veda lahir di Wonosari, Gunungkidul, pada 23 November 2008. Di usia 17 tahun, ia sudah mencatat dua podium di kejuaraan dunia, sesuatu yang belum pernah dicapai pebalap Indonesia mana pun sebelumnya.
Bagi publik Indonesia, kehadiran Veda di Moto3 memberi alasan tambahan untuk menonton MotoGP Indonesia. Di tengah persaingan sengit Marc Marquez dan Jorge Martin di kelas utama, ada juga harapan dari pebalap Merah Putih di kelas Moto3.
Seri ke-17
Moto3 Indonesia 2026 menjadi seri ke-17 musim ini. Akhir pekan balapan akan berlangsung pada 9-11 Oktober 2026 di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Dengan target yang sederhana dan pengalaman yang cukup di sirkuit ini, Veda diharapkan bisa memberi kejutan. Satu hal yang pasti, dukungan penuh dari penonton Indonesia akan menyertainya di setiap tikungan Mandalika.