Marc Marquez Belum Pernah Finis di MotoGP Mandalika, Bagaimana Tahun Ini?
Sirkuit Mandalika menyimpan catatan pahit bagi Marc Marquez. Sejak MotoGP pertama kali digelar di Lombok pada 2022, pebalap Spanyol itu belum sekali pun berhasil menyelesaikan balapan utama di sana.
Kini, Marquez kembali ke Mandalika dalam situasi yang sangat berbeda. Ia datang sebagai salah satu penantang gelar juara dunia, dengan modal kemenangan ganda di Jepang dan selisih hanya dua poin dari pemimpin klasemen, Jorge Martin.
Catatan buruk dari tahun ke tahun
2022: Edisi perdana MotoGP Mandalika menjadi mimpi buruk bagi Marquez. Ia mengalami kecelakaan parah saat sesi pemanasan, hanya beberapa jam sebelum balapan utama. Marquez menderita gegar otak, dilarikan ke rumah sakit, dan akhirnya absen pula di seri berikutnya di Argentina.
2023: Marquez kembali gagal menyelesaikan balapan utama di Mandalika.
2024: Saat itu Marquez mulai menggeliat bersama tim barunya, Gresini Racing. Namun, nasib buruk di Mandalika belum berakhir. Ia kembali gagal finis di balapan utama.
2025: Marquez sudah dinobatkan sebagai juara dunia sebelum balapan Mandalika dimulai. Ia finis keenam di sprint race, tetapi di balapan utama ia kembali gagal finis setelah ditabrak pebalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi. Setelah insiden itu, Marquez absen di tiga balapan terakhir musim 2025.
Insiden 2025 bahkan berdampak panjang. Marquez yang saat itu sudah memastikan gelar juara dunia tidak bisa merayakannya dengan penampilan penuh hingga akhir musim, karena harus absen di tiga seri terakhir.
Empat tahun, empat kali gagal finis di balapan utama. Catatan ini membuat Mandalika menjadi salah satu sirkuit paling “tidak bersahabat” bagi Marquez.
Datang dengan kepercayaan diri tinggi
Meski punya catatan buruk, Marquez tiba di Mandalika dengan kepercayaan diri yang tinggi. Pebalap Ducati Lenovo itu baru saja tampil dominan di MotoGP Jepang 2026 di Sirkuit Motegi. Ia memenangi sprint race sekaligus balapan utama, mengungguli Jorge Martin dan Marco Bezzecchi.
Dominasi Marquez di Jepang sudah terlihat sejak sesi latihan. Pada sesi latihan bebas pertama, Marquez memimpin di depan Martin dan Bezzecchi dengan catatan 1 menit 44,073 detik. Pada sesi latihan berikutnya, adiknya, Alex Marquez dari Gresini Racing, mencatat waktu tercepat, sementara Marc berada di posisi ketiga.
Perburuan gelar semakin panas
Kemenangan ganda di Jepang membuat persaingan gelar juara dunia semakin ketat. Sebelum seri Jepang, Jorge Martin dari Aprilia datang ke Motegi dengan keunggulan 12 poin atas Marquez. Kini, selisih itu menyusut menjadi hanya dua poin.
Jika menengok ke belakang, persaingan ini sudah ketat sejak beberapa seri sebelumnya. Setelah GP Aragon, Martin memimpin dengan 256 poin, disusul Marquez dengan 237 poin dan Bezzecchi dengan 232 poin. Sejak itu, Marquez terus memangkas jarak.
Dengan selisih hanya dua poin, hasil di Mandalika bisa langsung mengubah pemimpin klasemen. Jika Marquez finis di depan Martin, ia berpeluang naik ke puncak. Namun, jika Marquez kembali gagal finis, Martin bisa kembali memperlebar jarak.
Martin dan Bezzecchi, pesaing utama
Jorge Martin menjadi rival terberat Marquez musim ini. Pebalap Aprilia itu tampil konsisten dan memimpin klasemen selama beberapa seri terakhir. Di sisi lain, Marco Bezzecchi, yang juga membela Aprilia, masih membayangi di posisi ketiga.
Sebelum seri Jepang, Bezzecchi tertinggal 42 poin dari puncak klasemen. Meski jaraknya cukup jauh, ia tetap bisa menjadi faktor penentu karena mampu merebut poin dari kedua rivalnya di setiap balapan.
Selain itu, ada Alex Marquez, adik Marc, yang tampil cepat bersama Gresini Racing dan sempat menjadi yang tercepat di sesi latihan Jepang. Kehadiran pebalap-pebalap yang cepat di barisan depan membuat perebutan posisi di Mandalika tidak hanya menjadi urusan Marquez dan Martin.
Menariknya, Bezzecchi adalah pebalap yang terlibat insiden dengan Marquez di Mandalika tahun lalu. Pertemuan keduanya di sirkuit yang sama tentu akan menambah bumbu persaingan.
Mandalika selalu punya juara baru
Ada satu fakta menarik yang bisa menjadi kabar baik bagi Marquez. Sejak 2022, Mandalika selalu menghadirkan pemenang balapan utama yang berbeda setiap tahun:
- 2022: Miguel Oliveira (KTM)
- 2023: Francesco Bagnaia (Ducati)
- 2024: Jorge Martin (Pramac Ducati)
- 2025: Fermin Aldeguer (Gresini Racing)
Marquez belum pernah menang di Mandalika, bahkan belum pernah finis di balapan utama. Jika tradisi “juara baru” berlanjut, Marquez termasuk kandidat kuat untuk mematahkan kutukan pribadinya. Sebaliknya, Martin sudah pernah menang di Mandalika pada 2024, sehingga ia punya pengalaman manis di sirkuit ini.
Tantangan di Mandalika
Mandalika dikenal sebagai sirkuit dengan karakter unik. Letaknya yang dekat pantai membuat angin dan suhu tinggi sering menjadi faktor penting. Kondisi lintasan dan cuaca bisa berubah cepat, sehingga pebalap dituntut mampu beradaptasi.
Bagi Marquez, tantangan terbesarnya mungkin bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga menghindari insiden yang selama ini selalu menghantuinya di Lombok. Menyelesaikan balapan dengan poin penuh atau setidaknya finis di depan Martin akan menjadi target realistis.
Jadwal MotoGP Indonesia 2026
MotoGP Indonesia 2026 akan digelar pada 9-11 Oktober 2026 dan menjadi seri ke-17 musim ini. Seperti biasa, akhir pekan balapan akan diisi sesi latihan, kualifikasi, sprint race pada hari Sabtu, dan balapan utama pada hari Minggu.
Pertanyaannya kini sederhana: apakah tahun ini Marquez akhirnya bisa menaklukkan Mandalika? Dengan performa yang sedang menanjak dan gelar juara dunia yang dipertaruhkan, jawaban atas pertanyaan itu bisa sangat menentukan akhir musim 2026.