Rabu, 7 Oktober 2026

Malaysia Juara Ketiga FIFA ASEAN Cup Usai Kalahkan Vietnam, Akhiri Puasa 12 Tahun

Sorot Arena ·

Malaysia Juara Ketiga FIFA ASEAN Cup Usai Kalahkan Vietnam, Akhiri Puasa 12 Tahun

Malaysia menutup FIFA ASEAN Cup 2026 dengan hasil positif. Harimau Malaya mengalahkan Vietnam 1-0 dalam laga perebutan tempat ketiga di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026) sore.

Gol tunggal kemenangan dicetak pemain pengganti Fergus Tierney pada menit ke-62. Kemenangan ini sekaligus mengakhiri puasa kemenangan Malaysia atas Vietnam yang berlangsung sejak 2014.

Babak pertama tanpa gol

Vietnam tampil lebih berbahaya di awal laga. Pada menit keempat, Hai Long melepaskan tembakan yang masih melebar. Menjelang turun minum, pada menit ke-43, tendangan bebas Hai Long berhasil diamankan kiper Malaysia, Syihan Hazmi.

Malaysia juga beberapa kali mencoba mengancam, tetapi kedua tim gagal memecah kebuntuan. Skor 0-0 bertahan hingga babak pertama berakhir.

Sentuhan pertama Tierney

Di babak kedua, pelatih Malaysia memasukkan Fergus Tierney. Keputusan itu langsung berbuah manis. Pada menit ke-62, dengan sentuhan pertamanya setelah masuk lapangan, Tierney berbalik cepat melewati penjaganya dan melepaskan tembakan keras melewati sela kaki Bui Hoang Viet Anh, lalu masuk ke pojok dekat gawang yang dijaga Patrik Le Giang.

Gol itu membuat Malaysia unggul 1-0 dan memaksa Vietnam meningkatkan tekanan.

Penalti yang dibatalkan VAR

Momen paling menegangkan terjadi pada menit ke-73. Wasit sempat menunjuk titik penalti setelah Harith Haiqal melakukan tekel terhadap pemain pengganti Vietnam, Le Van Do, di dalam kotak penalti.

Namun, setelah meninjau tayangan ulang melalui monitor di pinggir lapangan, wasit asal Korea Selatan Ko Hyung-jin membatalkan keputusan tersebut. Ia menilai Harith Haiqal lebih dulu mengenai bola.

Vietnam terus berusaha menyamakan skor. Pada menit ke-88, tembakan Le Van Do diblok pemain belakang Malaysia. Bui Hoang Viet Anh juga sempat melepaskan tembakan, tetapi Syihan Hazmi kembali tampil sigap. Malaysia bertahan hingga peluit akhir.

Akhir puasa 12 tahun

Kemenangan ini punya arti historis bagi Malaysia. Terakhir kali Malaysia mengalahkan Vietnam adalah pada 2014, ketika mereka menang 4-2 di Stadion My Dinh, Hanoi, pada leg kedua semifinal Piala AFF.

Sejak itu, Vietnam kerap menjadi batu sandungan bagi Malaysia. Bahkan, pada Piala AFF 2026 yang digelar beberapa bulan sebelumnya, Malaysia kalah 0-2 dari Vietnam di semifinal leg pertama.

Gagal ke final karena selisih gol

Malaysia sebenarnya hanya selangkah lagi dari final. Di Grup A, Malaysia mengoleksi tujuh poin, sama dengan Indonesia. Kedua tim juga memiliki selisih gol yang sama, yakni +9.

Namun, Indonesia lolos ke final karena mencetak lebih banyak gol, 11 berbanding 9. Malaysia sudah menang besar 6-0 atas Singapura di laga terakhir, tetapi Indonesia membalas dengan kemenangan 9-2 atas Bangladesh, termasuk dua gol di menit-menit akhir.

Kedua tim juga bermain imbang tanpa gol saat bertemu di fase grup. Dalam laga itu, Indonesia harus bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-36.

Syihan Hazmi, penjaga keunggulan

Selain Tierney, kiper Syihan Hazmi layak mendapat pujian. Ia menggagalkan tendangan bebas Hai Long di babak pertama dan kembali menyelamatkan gawang Malaysia dari tembakan Bui Hoang Viet Anh di menit-menit akhir. Tanpa penyelamatan-penyelamatan itu, Vietnam bisa saja menyamakan skor.

Lini belakang Malaysia juga tampil disiplin. Tekel Harith Haiqal yang sempat diputus penalti justru terbukti bersih setelah ditinjau VAR, dan blok terhadap tembakan Le Van Do pada menit ke-88 memastikan Malaysia tetap unggul.

Rivalitas yang memanas

Laga ini juga menjadi bagian dari rivalitas panjang Malaysia dan Vietnam. Media Vietnam bahkan sempat menyoroti reaksi tak biasa sebagian suporter Malaysia yang disebut rela mendukung Vietnam di fase grup, asalkan kedua tim bisa bertemu di laga perebutan tempat ketiga. Pada akhirnya, pertemuan itu benar-benar terjadi, dan Malaysia keluar sebagai pemenang.

Perjalanan Vietnam

Vietnam lolos ke laga perebutan tempat ketiga sebagai runner-up Grup B. Mereka kalah 0-2 dari Thailand di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, tetapi kemudian menang 4-2 atas Pakistan. Sebagai salah satu kekuatan utama Asia Tenggara, hasil di Jakarta tentu mengecewakan bagi Vietnam. Apalagi, Vietnam datang ke turnamen ini dengan status juara Piala AFF, dan sebelum turnamen kapten Thailand Chanathip Songkrasin sempat menyebut Vietnam sebagai tim yang tangguh.

Kekalahan dari Thailand di Bandung menjadi titik balik bagi Vietnam. Hasil itu membuat mereka kehilangan peluang juara grup, dan kini kekalahan dari Malaysia menutup turnamen dengan catatan yang kurang memuaskan.

Keputusan pergantian yang tepat

Gol Tierney juga menunjukkan pentingnya pemain pengganti di turnamen padat seperti ini. Masuk dari bangku cadangan dengan kaki yang masih segar, Tierney langsung memanfaatkan kesempatan pertama yang ia dapat. Satu sentuhan cukup untuk mengubah jalannya laga yang sebelumnya berjalan seimbang.

Pemanasan sebelum final

Laga Malaysia melawan Vietnam menjadi pembuka hari besar di SUGBK. Beberapa jam kemudian, stadion yang sama akan menjadi saksi final antara Indonesia dan Thailand pada pukul 20.00 WIB.

Dengan hasil ini, Malaysia membawa pulang posisi ketiga di edisi perdana FIFA ASEAN Cup. Bagi Harimau Malaya, kemenangan ini menjadi penghiburan setelah gagal ke final hanya karena selisih jumlah gol, sekaligus modal positif untuk agenda berikutnya.

Bagi Vietnam, laga ini menjadi bahan evaluasi. Mereka menciptakan beberapa peluang berbahaya, bahkan sempat mendapat penalti sebelum dibatalkan, tetapi gagal mengonversinya menjadi gol.

Bagi Fergus Tierney, gol ini akan dikenang sebagai momen spesial: satu sentuhan, satu gol, dan berakhirnya penantian 12 tahun Malaysia untuk mengalahkan Vietnam.

Bagikan: WhatsApp X Facebook

Berita Terkait